•  
  • Jl.Surapati No.1 Jembrana Bali
Selasa, 26 Juni 2012 - 10:14:09 WITA
DORONG PERAN TRIPLE HELIX BAGI PENGEMBANGAN TENUN CAGCAG JEMBRANA
Diposting oleh :
Kategori: - Dibaca: 994 kali

Memajukan industri tenun lokal tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Terlebih lagi kalau hanya mengandalkan usaha dari pengerajin itu sendiri. Perlu dukungan dari semua pihak khususnya peran pemerintah, akademisi, dan bisnis yang lebih dikenal dengan pola triple helix untuk melakukan kordinasi yang berkesinambungan sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi. Hal ini disampaikan deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya UKMK Kementerian Koperasi dan UKM RI , I Wayan Dipta pada acara temu konsultasi pengembangan kerajinann tenun ATBM , bertempat digedung kesenian Jembrana , senin (25/6). Peserta yang hadir dalam kesempatan itu perajin dan pengusaha tenun , unsure swasta dan kalangan perbankan. Sedangkan ditataran pejabat Jembrana hadir wakil bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan serta Kadis Perindustrian Perdagangan dan Koperasi , Ni Made Ayu Ardini.

Lanjut Wayan Dipta , peran pemerintah dalam mengembangkan potensi perajin daerah tidak hanya sebatas memfasilitasi, namun mesti mau menggunakan produk lokal yang dihasilkan. “ Apabila pemerintah sudah mau menggunakan produk lokal yang dihasilkan, maka biasanya akan diikuti juga oleh rakyatnya, sehingga para perajin jauh lebih terbantu, “beber Pejabat asal Tabanan ini. Khusus tenun cagcag yang merupakan komoditi lokal khas Jembrana, Dipta melihatnya masih bisa berkembang, asalkan dikemas dengan lebih kreatif. Dipta lantas mencontohkan songket Palembang yang kini sudah bisa menembus pasar Jepang dan Negara lainnya. Menurutnya hal ini bisa terwujud karena adanya kreatifitas dalam pengemasan. “ karena sentuhan kreatif, produknya bisa didesain macam-macam tidak hanya terbatas pada pakaian saja, tapi juga produk lainnya semisal tas sehingga digemari pembeli, “ungkap Dipta.

Sementara itu wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menegaskan komitmen dan dukungannya terhadap berbagai produk lokal. Bahkan salah satu langkah konkret adalah menggunakan kain endek hasil perajin Jembrana sebagai pakaian dinas PNS . Meskipun masih secara bertahap mengingat jumlah pesanan tidak sebanding dengan kemampuan para perajin. Selain itu, upaya dukungan terhadap produk lokal juga ditunjukkan dengan memilih dan menggunakan berbagai produk dan hasil bumi dalam berbagai kegiatan dan belanja pemkab Jembrana. “kita mau APBD Jembrana bisa dinikmati dan berputar di Jembrana sehingga bisa mensejahterakan masyrakat kami, “tutur Kembang. Selain itu Kembang juga menyadari berbagai kelemahan yang dihadapi UKMK jembrana diantaranya kendala lemahnya bidang organisasi dan manajemen, rendahnya kemampuan SDM, permodalan serta kemampuan pemasaran. “kita akan terus berupaya meminimalisasi permasalahan ini diantaranya dengan memfasilitasi permodalan, memperluas pemasaran dengan merangkul BUMN dan swasta,serta pemberian bantuan dana bergulir dan dana talangan dalam rangka penguatan kelembagaan , “pungkas Kembang. (Abhi/Humas Jembrana)

0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)